Pages

Jalan-jalan keliling Pulau Belakang Padang



Selasa, 20 Juni 2017 w ambil paspor ke imigrasi kelas II belakang padang, selesai ambil paspor sayang banget w uda habisin cuti 2 hari masa untuk perpanjang paspor doang jadi w memutuskan untuk jalan-jalan keliling belakang padang lumayan ngilangin penat.

Perjalanan ke belakang padang di mulai dari pelabuhan pancung sekupang, letaknya disamping sebelum Terimal Ferry Domestik Sekupang, untuk yang bawa motor atau mobil bisa diparkir dipelabuhan, biaya parkir untuk motor Rp 3.000,- klo mobil ga tau w, hehe.


Pelabuhan Pancung Sekupang


Kartu Penitipan Sepeda Motor

Untuk ke belakang padang kita harus nyembarang menggunakan pancung atau angkutan laut motor sangkut, harga tiketnya Rp 15.000,-/orang.

Tiket pancung/angkutan laut motor sangkut sekupang - belakang padang


Pelabuhan pancung sekupang


Kapal pancung yang terparkir di pelabuhan pancung sekupang

Perjalanan dari pelabuhan pancung sekupang ke pelabuhan belakang padang lamanya sekitar 15 menit tergantung cuaca dan gelombang air laut.

Selamat Datang Di Kecamatan Belakang Padang Pulau Penawar Rindu - Kota Batam

Belakang padang dikenal sebagai pulau penawar rindu, kenapa disebut pulau penawar rindu w sendiri pun juga ga tau, hehe sebenarnya w juga penasaran waktu kesana lupa tanya pula, cari di google belum dapet-dapet.

Pelabuhan Kuning Belakang Padang


Kapal pancung yang terparkir di pelabuhan kuning belakang padang

Waktu w lagi nunggu antrian ambil paspor, w sempet ngobrol-ngobrol sama ibu yang juga lagi nunggu antrian kebetulan beliau orang asli belakang padang, jadi w tanya-tanya aja wisata yang ada di belakang padang dan kata ibu itu belakang padang ga da tempat wisatanya, halaaah denger itu jadi sempet mager w mau jalan-jalan, tapi ya sudahlah jalan-jalan aja, w juga tanya klo naik becak keliling belakang padang berapa bayarnya?? kata ibu itu sekitar 20.000 tapi w disuru sebelum naik becak tanya harga sama tukangnya takut nanti dimahalin bisa kena 50.000 klo ga ditanya dulu.


 Becak yang terparkir diluar pelabuhan kuning belakang padang

Setelah ngobrol-ngobrol akhirnya nomor antrian w yang di panggil duluan, paspor baru uda dapet jadi w langsung pamitan sama ibu itu, kemudian w langsung bergegas pergi naik becak yang lagi parkir deket kantor imigrasi kelas II belakang padang. Sebenarnya bisa keliling belakang padang dengan berjalan kaki tapi karna w lagi puasa dan cuacanya juga panas terik banget jadi w pilih naik becak aja. 

W : keliling belakang padang berapa pak?
Tukang becak : 50.000 mba
W : mahal banget pak, ga bisa kurang?
Tukang becak : berapa orang yang mau naik mba?
W : seorang aja pak saya doang
Tukang becak : 40.000 mba
W : ga bisa kurang lagi pak?
Tukang becak : harganya sudah segito mba biasanya
W : ga jadi dh pak, saya kelilingnya jalan kaki aja 
Tukang becak : ya udalah mba bayar seiklasnya aja, terserah mba mau bayar berapa aja
W : 30.000 gimana pak? 
Tukang becak : iya mba boleh, naik lah
W : ok deal yah pak 30.000



Tukang becak yang nemenin w keliling belakang padang, namanya Bapak Aprianto

Rute pertama yang w ambil adalah jalanan utama belakang padang, sepanjang perjalanan w singgah di mesjid AT-TAQWA belakang padang.


Mesjid AT-TAQWA Belakang Padang - Kota Batam

Masih di jalan utama ga jauh dari Mesjid Mesjid AT-TAQWA kemudian w singgah ke Vihara Dharma Bhakti 



Vihara Dharma Bhakti 

Masih di jalan utama ga jauh dari Vihara Dharma Bhakti kemudian w singgah ke gedung serbaguna, bentuk bangunannya ciri khas melayu batam.

Gedung Serbaguna 

Setelah menelusuri jalan utama kemudian masuk ke jalan permukiman warga, disana w liat ada pemakaman, kata bapak apri tukang becak, itu namanya kuburan keramat, w ga tanya secara detail pemakaman itu, soalnya w kan cuma jalan-jalan biasa bukan wisata sejarah, w cuma tanya boleh di foto atau ga? ternyata boleh difoto.

Makam Keramat

Masih di jalan permukiman warga, w lihat rumahnya rata-rata masih rumah kayu ciri khas rumah melayu daerah pesisir laut, ada juga yang sudah rumah beton.



Jalan permukiman warga 



 Pemakaman Muslim Belakang Padang



Pekuburan Warga Tionghoa Belakang Padang

Jalan utama belakang padang

Setelah keliling sekitar permukiman warga w kembali ke jalan utama menuju lapangan sepak bola, terlihat jalanan begitu sepi dan lengang, sepanjang jalan w ga liat mobil sama sekali kendaraan yang w liat cuma becak dan motor tapi itu yang bikin nyaman banget, bersih, tertib dan bebas macet.

 Lapangan Sepak Bola Belakang Padang

Tempat duduk penonton sepak bola

Setelah berkeliling w turun dari becak di pelataran dataran elang-elang laut, sebelum pulang menuju ke pelabuhan kuning belakang padang w istirahat dan ngadem di pelataran dataran elang-elang sambil menikmati pemandangan laut yang kece banget, terlihat juga pemandangan kota singapur yang terlihat tidak begitu jauh dari belakang padang.



Pelataran dataran elang-elang laut belakang padang


Kapal pancung terparkir di pelabuhan kuning belakang padang background kota singapure

Setelah puas berkeliling w kembali ke pelabuhan kuning belakang padang, tiket kapal pancung Rp 15.000,-

Tiket pancung/angkutan laut motor sangkut belakang padang - sekupang 

Dan total biaya yang w keluarkan selama jalan-jalan di belakang padang cuma ngabisin Rp 63.000,- berikut rinciannya :
  1. Parkir motor Rp 3.000,-
  2. Tiket pancung sekupang - belakang padang Rp 15.000,-
  3. Becak Rp 30.000,-
  4. Tiket pancung belakang padang - sekupang Rp 15.000,-
Biaya tersebut belum termasuk makan, minum dan jajan soalnya w jalan-jalan pas lagi puasa bulan ramadhan jadi makan, minum dan jajan ga ada, hehe. Kalo ada kesempatan mudah-mudahan w bisa berkunjung ke pulau belakang padang lagi soalnya disana terkenal dengan makanan khas melayunya seperti mie lendir, perata dan kuliner lainnya. 

Selama w jalan-jalan di belakang padang, w rasa lumayan nyaman dan aman tapi tetep harus hati-hati dan waspada, buat kalian yang belum perna ke belakang padang ga usa takut selama ada map, insya Allah ga akan kesasar tinggal milih naik becak, ojek atau jalan kaki.



Subscribe to Our Blog Updates!




Share this article!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Return to top of page
Powered By Blogger